Pentingnya debriefing dalam proses Pengadaan

10 Mar

Apabila dicari dalam aturan pengadaan barang/jasa pemerintah, tidak akan ditemukan istilah debriefing. Istilah ini ada di dalam proses pengadaan private atau public di beberapa negara yang sudah maju.

Apa itu debriefing?

Debriefing is the act of informing suppliers, contractors or service providers that were not selected during a particular procurement process, of the reasons why they were not selected. Debriefing can be done orally or in writing. It may be mandatory or at the request of the bidder.

The purpose of debriefing is to inform losing bidders of the strengths and weaknesses of their bid or proposal and the reasons why they were not selected. A debriefing can be done just before the contract is awarded (during the standstill period -the period of time between the contract award decision and the actual award of the contract), or after contract award. But this must be stipulated in the procurement rules.

(Sumber: https://procurementclassroom.com/debriefing-in-public-procurement/)

Nah katanya debriefing adalah proses untuk memberitahu kepada suplier yang tidak diberi kontrak alias yang kalah, diberitahu apa? Hal hal yang menjadi kekurangan mereka yang menyebabkan mereka tidak terpilih, sehingga ke depan nya bisa menjadi bahan perbaikan.

Proses debriefing juga dilakukan meningkatkan kualitas transparansi dan rasa ke adil an atau tidak diperlakukan secara deskriminatif. Apalagi kalau proses seleksinya dilakukan di suatu lembaga yang katanya sih men dewa kan atau sangat mengedepankan kredibilitas, keadilan dan kebahagian semua aka happy for all ya, maka ketika satu penyedia terpilih dalam suatu proses pemilihan, maka tentunya penyedia atau peserta yang lainnya akan bertanya tanya kenapa kok saya tidak terpilih, apalagi kalau pesertanya merasa cukup memenuhi persyaratan, tidak ada cacat, dan merasa ada peluang besar untuk bisa menang.

Apabila tidak dilakukan debriefing maka kemungkinan akan beredar informasi informasi yang sumber dan kebenarannya masih harus dipertanyakan.

Misalnya ada supplier yang tidak menang, mereka dapat informasi dari rekanan yang lain; owh ternyata yang menang adalah titipan mantan orang PU, ada juga informasi owh itu mah bawaan kepala dinas yang mau pensiun, dia kan butuh bekal dan pengaman sebelum meninggalkan alam yang fana ini ya, ya namanya juga politik organisasi ya… ituloh direktur yang menang kan adalah ketua asosiasi ikatan perkumpulan pusat lembaga para ahli senior dewa ruci ahli kemplang bla bla bla ya…

Ya itu lah tanpa debriefing akan muncul banyak informasi dan spekulasi. Belum dari rekanan pendukung supplier yang kalah akan muncul pertanyaan, kok bisa kalah ya, pasti ada sesuatunya ini ya, ya namanya juga supporter fanatik kan ya. Aroma KKN merebak pastinya ini ya, tercium sampai ke luar arena . Apalagi kalau melihat dan mengetahui pemenangnya juga ternyata mempunyai track record yang masih diragukan dan terlihat banyak kejanggalan dan aneh dalam cara mereka bekerja. Semakin menyengat deh bau bau busuknya ya…

Apalagi bagi penyedia yang kalah nya itu sendiri, pasti akan lebih berusaha untuk mencari cari informasi kenapa kok mereka bisa kalah dari penyedia yang lain, karena tidak ada saluran yang bisa memberi informasi ya. Penyedia yang kalah seringkali hanya diberi angin surga atau php saja oleh beberapa oknum pokja atau pejabat dibawah naungan uset dengan iming iming, nantilah akan diberi paket di lembaga negara yang lebih mantap. Nanti tuh akan akan ada pembangunan gedung baru di daerah kuningan ya, kita kasih ke kamu lah, anda yang paling cocok lah untuk kerja disana… kok php ya? Logika nya pasti banyak juga lah yang mau jadi rekanan untuk pembangunan gedung tersebut, masa bisa langsung tunjuk ke satu penyedia, memangnya tidak ada lagi seleksi gitu? Ya itu pun kalau benar ada pembangunan gedung baru ya, lihat di RUP nya saja tidak ada?! Tambah sakiy hati tuh kalau tidak debriefing yang memberikan kejelasan apa yang terjadi ya.

Ya paling terus bergulir rumor rumor yang akhirnya menjadi suatu pengeroposan jiwa korsa dari para penyedia ya. Ujungnya paling yang bisa dilakukan adalah curhat di media sosial, serangan serangan spiradis ke seputaran dan hal hal yang sebenarnya tidak kondusif ya. So mau kondusif lakukan lah debriefing dan lebih penting lagi lakukanlah seleksi dengan HAPPY ya 🙂

Advertisements

Wina dan Yaya bersepeda

9 Feb

Asyiknya bersepeda di belakang rumah, biar aman harus pakai helm ya…

Pap renang di park lane

9 Feb

Pap bersama teman2nya sedang berenang di hotel park lane jakarta.

Travel MPX Bogor Bandung

21 Jan

Rental mpx sudah lama beroperasi melayani jalur bogor bandung. Di atas gambar mobil rental nya. Konsepnya sdh bagus ya dengan menjemput door to door penumpang ke rumah atau lokasi masing masing. Namun ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian atau ditingkatkan agar bisa lebih baik, yaitu:

1. Kualitas mobil yang sudah jelek sebaiknya diganti yang baru. Kata drivernya sudah ada yang baru namun tidak semua. Ya kalau ada yang baru yang sudah old maka jamgan dipakai lagi ya.

2. Penjemputan alamatnya harus detail, operator dapat meminta share location via google map dan WA atau minta di sms detail arah arah menuju ke lokasimya. Agar kejadian mencari cari alamat tidak terjadi. Atau drivernya dibekali google map ya.

3. Tambahan uang untuk penjemputan yang agak jauh atau tertentu harusnya dibuat standarnya, misalnya ke daerah dago sekian, dsb. Jangan sampai kata operator 50 ribu eh driver nya minta nambah lagi jadi 100rb. Begitu pula pengantaran ke lokasi tujuannya harus ada standar nya, saya ke daerah bubulak ditarik rp. 10 ribu tambahan lagi. Jadi total biaya adalah

Travel dasar rp. 150 rb, tol rp. 30 ribu, jemput lokasi rp. 70rb, antar lokasi 10rb, total rp. 260 rb, untuk perjalanan saya dari jatinangor ke bogor.

Demikian semoga menjadi perbaikan.

Kolam renang hotel Sahid Skyland City

21 Jan

Hotel Sahid Skyland City Jatinangor merupakan hotel baru di kawasan jatinangor.

Kolamnya lumayan panjang dan lebar dengan kedalaman 1,6 meter flat.

Tersedia kolam kecil untuk anak anak juga.

Rakor Assesor LKPP

17 Jan

Di lantai 10 LKPP dilaksanakan rapat koordinasi Assesor Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk tahun 2018. Dibuka oleh pa Deputi PPSDM LKPP bapak Dharma Nursani (pa Cani). Dihadiri oleh para assesor kompetensi lkpp se Indonesia.

Kolam renang hotel Tunjungan

17 Jan

Hotel Tunjungan berada di komplek Tunjungan Plaza Mall Surabaya. Bisa dilihat hotel ini termasuk hotel lama yang memerlukan pemyegaran.

Untungmya tersedia kolam renang di lantai 7 yang dapat digunakan untuk berolahraga.